
Kali ini, puisi bertema HOROR..... hiiiiii.......... (tapi gak seram-seram amat kog, hehehehe)
Eh, judulnya apa ya?? hmmm ini aja kali ya :
DALAM KEGELAPAN MALAM
Jarum jam berdetik, tik... tik.. tik...
Seolah mengiringi degupan jantungku
Selintas bayangan berlalu didekatku.
lihat..... ada sesuatu di balik kelambu, nafasku semakin memburu
suara lirih menggoda ditelingaku
bersamaan dengan munculnya sesosok tubuh...
Ku tak tahan mendengar bisikan lirih
yang berasal dari dunia lain
Udara malam yang dingin menyelimutiku
Rasa dingin menusuk hingga ke tulang rusuk...Pedihhhh
seperti sembilu yang menyayat kulitku,...aku tertegun.....membeku.....
Sosok hitam kelam mulai mendekat beriring aroma melati
membuatku tersadar dari kebisuan yang mengikat....
Lolongan serigala mengiringi detik-detik jamku
Yang setiap saat siap membawaku ke suatu tempat
rasa takut mulai menjalari tubuhku
Taring putih berkilauan menyilaukan pandanganku
Buliran keringat dingin mulai berjatuhan bagaikan hujan menetes
Hembusan nafas beratnya menyelimuti tubuhku yang menggigil
Dingin...tapi menyegarkan...
Sesegar mandi di air terjun Tawangmangu
Bayangan hitam merintih menggetarkan kalbu
Membuatku lupa akan malam bak selimut hitam yang menyelubungi seluruh kota
Udara pun semakin pekat
Darah mulai mengalir dari taring
Seperti sirup ABC.....membuatku jadi haus....ohhhh
Dahaga hilang..lapar pun datang....
Darah... darah.... dimana-mana..
Mengotori setiap sudut mulutnya
Isi perutku terburai di sepanjang jalan
Dan menarik perhatian mata-mata kelam
Serigala-serigala liar mulai berdatangan dari segala penjuru
Yang siap menerkam mangsa nya
Merobek-robek setiap yang terlihat di sudut matanya
Awas kau yang berhati lemah dan berbadan lesu
Sang pemangsa akan datang
Untuk memberikan hadiah yang terindah
Sebuah extrajos untukmu
Yang tak seindah pembungkusnya
Tak usah kau bimbang memilih
Antara aku dah tetangga mu
Biarlah semua makhluk malam mendekat
Dan serahkan segalanya dengan semua tipu muslihat
Ku akan mengecohmu hingga terpuruk
Hingga jatuh ke lubang gelap
Kemana kaki akan melangkah ?
Biarlah angin yang menentukan
Kemana para makhluk kegelapan ini akan berlalu
Lenyap kenegeri yang tak bertuan
Jarum jam berdetik, tik... tik.. tik...
Seolah mengiringi degupan jantungku
Selintas bayangan berlalu didekatku.
lihat..... ada sesuatu di balik kelambu, nafasku semakin memburu
suara lirih menggoda ditelingaku
bersamaan dengan munculnya sesosok tubuh...
Ku tak tahan mendengar bisikan lirih
yang berasal dari dunia lain
Udara malam yang dingin menyelimutiku
Rasa dingin menusuk hingga ke tulang rusuk...Pedihhhh
seperti sembilu yang menyayat kulitku,...aku tertegun.....membeku.....
Sosok hitam kelam mulai mendekat beriring aroma melati
membuatku tersadar dari kebisuan yang mengikat....
Lolongan serigala mengiringi detik-detik jamku
Yang setiap saat siap membawaku ke suatu tempat
rasa takut mulai menjalari tubuhku
Taring putih berkilauan menyilaukan pandanganku
Buliran keringat dingin mulai berjatuhan bagaikan hujan menetes
Hembusan nafas beratnya menyelimuti tubuhku yang menggigil
Dingin...tapi menyegarkan...
Sesegar mandi di air terjun Tawangmangu
Bayangan hitam merintih menggetarkan kalbu
Membuatku lupa akan malam bak selimut hitam yang menyelubungi seluruh kota
Udara pun semakin pekat
Darah mulai mengalir dari taring
Seperti sirup ABC.....membuatku jadi haus....ohhhh
Dahaga hilang..lapar pun datang....
Darah... darah.... dimana-mana..
Mengotori setiap sudut mulutnya
Isi perutku terburai di sepanjang jalan
Dan menarik perhatian mata-mata kelam
Serigala-serigala liar mulai berdatangan dari segala penjuru
Yang siap menerkam mangsa nya
Merobek-robek setiap yang terlihat di sudut matanya
Awas kau yang berhati lemah dan berbadan lesu
Sang pemangsa akan datang
Untuk memberikan hadiah yang terindah
Sebuah extrajos untukmu
Yang tak seindah pembungkusnya
Tak usah kau bimbang memilih
Antara aku dah tetangga mu
Biarlah semua makhluk malam mendekat
Dan serahkan segalanya dengan semua tipu muslihat
Ku akan mengecohmu hingga terpuruk
Hingga jatuh ke lubang gelap
Kemana kaki akan melangkah ?
Biarlah angin yang menentukan
Kemana para makhluk kegelapan ini akan berlalu
Lenyap kenegeri yang tak bertuan

