Tuesday, August 29, 2006
Kesan tentang Sheila I
Kesan-kesan para THBB-ers tentang buku pertama Torey : Sheila - Luka Hati Seorang Gadis Kecil.


Kobo :

Pertama kali baca buku ini, aku langsung jatuh cinta ama Torey, dan kepengen baca buku-bukunya yang lain. Cara Torey bercerita mempesonaku, dan membuatku jadi tertarik untuk tahu lebih banyak tentang dunia pendidikan dan juga anak-anak yang memerlukan perhatian khusus. Benar-benar buku yang memberi inspirasi.

Ally :
Sebenarnya ini bukan buku torey yang pertama aku beli, tapi pas baca, ga bisa berhenti sampai tahu gimana akhirnya. Dan buku ini juga yang bikin aku join di forum, soalnya penasaran ma puisi versi inggris yang ditulis ma sheila. Sempat kecewa juga setelah tau kalau torey tuh harus ninggalin sheila . Jujur, buku ini bikin aku nangis, pa lagi pas baca chapter terakhir. Di buku ini terbukti bahwa kekerasan akhirnya luluh dengan kasih sayang yang tulus
Ige :
pertama kali kenal dan baca buku torey tuh, sempet aku kira fiksi....ga taunya beneran ya
bagus banget ya...touching gitu,dalam pikiranku sheila kegambar dengan jelas lo

Erica (aka Kebunteh) :
Buku Torey pertama yang aku baca : Sheila 1.
Pas mo beli dulu sempat ragu, mo beli Sheila ato buku yang lain. Lama banget nimbang2nya. Tapi akhirnya milih Sheila, soalnya berdasarkan kisah nyata, ceritanya gak biasa.

Aku tuh ngebayangin Sheila kecil tuh, cantik, imut, manja. Buku Sheilaku aja sampe "beredar" kemana-mana (maksudku dipinjem temen-temenku).
Ceritanya tuh ngena banget, bagus banget.

Buku-buku yang lain, bagus sih.... cuma gak ada yang ngalahin Sheila 1 (menurut aku sih).

Tirtap :
Tak terkatakan deh cerita-ceritanya

(Dari Forum Torey Hayden Bulletin Board - Diskusi dalam Bahasa Indonesia)
 
posted by Duma at 8/29/2006 10:32:00 AM | Permalink | 0 comments
Monday, August 07, 2006
Sheila : Luka Hati Seorang Gadis Kecil
Judul : Sheila - Luka Hati Seorang Gadis Kecil
Diterjemahkan dari One Child
Pengarang : Torey Hayden (c) 1980
Penerbit : Qanita (Mizan Group) - 2003
Tebal : 476 halaman

Sudah ada delapan murid berusia tak lebih dari 10 tahun di kelas itu. Seorang anak pernah dua kali mencoba bunuh diri, seorang anak buta, seorang lagi agresif, dua orang anak menderita autisme, seorang skizofrenia, seorang pernah mengalami penganiayaan fisik dan seksual, sedangkan yang terakhir menderita beragam fobia.

Bila Anda harus mengajar di kelas itu, bersediakah Anda, seperti Torey Hayden, menerima seorang murid lagi, seorang gadis berusia 6 tahun yang baru saja membakar anak lelaki berusia 3 tahun sampai nyaris mati? Gadis itu beri-IQ di atas 180, namun menderita problem emosional parah. Dia tak pernah menangis, baik di kala sedih, marah, maupun kesakitan. Dia juga agresif dan selalu membangkang. Mungkin karena sang ibu meninggalkannya di jalanan saat berusia 4 tahun. Mungkin karena ayahnya pemabuk dan tak mampu memberinya pengasuhan yang layak. Mungkin karena dia memang tak tahu bagaimana membuat orang lain mencintainya.

Menghadapi murid seistimewa ini, bekal sang guru hanyalah kesabaran dan kasih yang mendalam. Dalam buku ini, sang guru menuturkan pengalaman nyatanya berusaha menyentuh hati si gadis kecil dan memunculkan segala potensi yang dia miliki. Berhasilkah sang guru? Berhasilkah Sheila mengatasi segala kendala yang menghalanginya dari bertumbuh layaknya gadis kecil lain?

Torey Hayden adalah seorang psikolog pendidikan dan guru pendidikan luar biasa yang sejak 1979 telah mengisahkan perjuangannya di ruang kelas dalam sekumpulan buku laris. Saat ini dia hidup dan menulis di North Wales, Inggris, dengan suami dan seorang anak perempuannya.

(Dari www.inibuku.com)
 
posted by Duma at 8/07/2006 05:10:00 PM | Permalink | 0 comments