Torey Hayden, antara Haru & Tawa
Wednesday, November 10 2004
Kedatangan Victoria Lynn Hayden (53) benar-benar membawa pencerahan tersendiri. Penguasaan serta empatinya yang tinggi pada pendidikan anak, khususnya yang berkebutuhan khusus, membuka cakrawala kepedulian kita.
“Saya nggak lebih baik dari para pendidik lain. Bedanya cuma, saya menuliskan pengalaman-pengalaman saya, hingga banyak orang yang tahu,” ujar pendidik dan penulis yang produktif ini. Kesuksesan Sheila: Luka Hati Seorang Gadis Kecil yang diterbitkan Qanita (Mizan), terus disusul dengan kesuksesan buku-buku lainnya. “2.5% dari penjualan buku akan diperuntukkan bagi pendidikan anak-anak dengan kebutuhan khusus dari kalangan tidak mampu,” ujar Haidar Bagir dari Mizan saat konferensi pers di QB Plaza Semanggi.
Tiga hari setelah jumpa pers, NooR dan Torey berbincang-bincang dengan akrab dan hangat selama hampir dua jam. Respon Torey begitu positif ketika Ibu Tila mengenalkan NooR sebagai media yang berupaya memberikan inspirasi maupun pencerahan pada perempuan, mengingat perempuan adalah tiang keluarga, bahkan tiang negara. Bincang-bincang yang bertepatan dengan pemboman di Kuningan itu, banyak diwarnai oleh obrolan yang bersifat kontemplatif, di mana Torey mengaku amat menghargai orang-orang yang tulus menjalankan agamanya secara benar. Torey pun bertutur lebar tentang pengalamannya bersama anak-anak istimewa, yang tidak hanya menerbitkan haru, namun juga tawa. ”Laughter is the best medicine. Buat apa kita terlalu memikirkan beban hidup, kalau kita bisa memilih untuk berbahagia?” ujar ibu dari Sheena yang amat terkesan dengan kunjungannya ke sebuah SLB di Srengseng Sawah ini.
Sumber : Majalah Noor




Yup, itu kan artikel udah lama banget ryzz, udah lebih 1 tahun. Waktu november itu, forum indonesia belum begitu heboh dan rame lo, masih sering sepi berminggu-minggu. (Ingat gak, kalo forum Indonesia itu kalau gak salah dimulai sekitar februari ato april 2004 deh)